Tiga

Just spread all our your wings
And always chase your dreams
Leave all the pain and
Make our life begin
And when it seems to be hard
To life in our ways
But we must go on
To always struggling to make all
Our dreams come true...

Bahkan lagu dari band kesukaan Manda, J-Rocks yang didengarkannya lewat earphone yang tertancap di i-podnya, tidak bisa membuat Manda semangat seperti judulnya, Spirit. Manda terus menangis tanpa suara di ruangannya yang biru, bukan biru karena cat temboknya yang memang benar biru, tapi karena suasana hati Amanda yang sedang sedih. Dia menatapi foto yang terbingkai oleh bingkai biru, foto dua sosok bersama dirinya, kekasihnya dan sahabatnya. Dua orang yang sangat berarti bagi Manda. Tiba-tiba handphone Manda berbunyi. Dilihatnya layar handphonenya.
My BestFriend Calling.
Raut wajah Manda berubah menjadi lebih merah. Terlihat amarah dan bimbang di wajahnya. Dia memutuskan untuk menjawab telefon dari BestFriendnya itu. Ketika akan di angkat, telfonnya berhenti berbunyi.
‘Mau apa lagi dia!’ kata Manda dalam hatinya.
Sesaat kemudian terdengar bunyi telefon masuk. Diangkatnya telefon dari sahabatnya itu.
“Halo? Assalamualaikum..”, sapa sahabat Manda
“Mau ngapain lagi kamu?”, sahut Manda sewot.
“Manda?, kamu marah ya sama aku??”
 “Tauk. Pikir aja ndiri!!!”
“Aduh.. Manda kamu jangan gini dong...”
“Urusanku. Mau aku marah kek, aku lompat dari tebing kek, ato aku mau mati, itu bukan urusan kamu!!!”
Ya ampun Manda, jangan ngomong gitu dong, aku cuma...”
“Apa peduli kamu sama aku?? Hah??”
“Aku peduli sama kamu karena kamu sahabatku juga sebagai kakakku”, tegas Chacha.
“Apa bener kamu ini sahabatku???”, sahut Manda.”Apa ini yang dinamakan sahabat??”
“Manda aku...”
“Apa bener sahabat itu tega menyakiti perasaan sahabatnya sendiri???”, potong Manda.
“Manda, aku gak bermaksud...”, sahut Chacha, suaranya jelas terlihat seperti orang mau menangis.
“Ini kan yang kamu maksud???”, potong Manda kasar. “Ini kan mau kamu???, aku tau kamu...”
“Iya iya aku ngaku!!!”, kali ini Chacha yang memotong. “Aku ngaku kalau aku memang suka sama dia!!”
“Iya kan??, sudah aku duga kamu akan...”, Sahut Manda.
“Aku memang suka dia dari dulu Kak!!, lama sebelum kamu ketemu sama dia, aku lebih dulu ketemu sama dia!! Aku ketemu sama dia di toko pernak-pernik  yang dulu pernah aku ceritakan ke kamu, tapi setelah aku tahu kamu juga suka sama dia, aku gak tega bilang kalo aku juga suka sama dia. Dan aku berpura-pura aku belum kenal sama dia, itu sebabnya dia pernah bilang kalau dia pernah ketemu sama aku, tapi aku bilang sama dia, kalau sebaiknya dia tidak menceritakan awal perkenalanku dengan dia ke kamu Kak!!.”, jelas Chacha
“Jadi selama ini kamu..”, renung Manda.
“Iya, aku tahan semua perasaanku, semua sakit hatiku. Itu sebabnya aku ogah nemenin kamu nge-date sama dia. Dan itu pula alasan kenapa aku gonta ganti cowok, dan kenapa aku nggak pernah serius sama semua mantanku”
“Aku... aku gak nyangka... kamu..”, ujar manda terbata-bata. “Kamu selama ini bohong sama aku...”, emosi Manda mulai turun.
“Maafin aku Kak... aku nglakuin semua karena aku nggak mau kamu sakit hati...”, ujar Chacha.
“Tapi akhirnya aku juga sakit hati!!”, ujar Manda emosinya mulai naik lagi. “Kenapa?,kenapa kamu lakuin semua ini??”
“Maafin aku Kak Manda... maaf... aku..”, suara Chacha terputus karena Manda mematikan telefonnya.
Kepala Manda benar-benar berat, ingin rasanya Manda mati, supaya semua yang terbebankan di otaknya tidak dapat dia rasakan kembali. Dan air matanya terus menetes. Di  ambilnya foto yang tadi dari bingkai, dan dia meremas fotonya lalu dia lempar ke sudut kamarnya.
 “Ya Tuhan.. apakah masih kurang cobaan yang Kau berikan kepadaku??”, tangis Manda. Tiba-tiba keluar darah segar melalui hidung Manda.
You are always gonna my love itsuka
Dareka to matta koini ochite mo
I remember to love you taught me how
You’re always gonna be the one ima wa
Mada kanashii love song
Atarashi uta utaeru made
(Utada Hikaru – First love)